Terungkap! Oknum Polisi Aktif Jadi Kaki Tangan Istri dalam Jaringan Sabu di Kalteng

BARA NEWS JABAR

- Redaksi

Sabtu, 31 Mei 2025 - 09:29 WIB

50418 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palangka Raya, 31 Mei 2025 — Pengungkapan jaringan peredaran narkotika jenis sabu di Kalimantan Tengah kembali mencuat dengan fakta yang cukup mengejutkan. Seorang oknum anggota polisi aktif berpangkat Brigadir, yang bertugas di Polda Kalteng, berhasil ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalteng karena diduga terlibat aktif membantu istrinya dalam mengedarkan sabu.

Kasus ini bermula pada 17 Mei 2025 saat petugas BNNP Kalteng melakukan penangkapan terhadap seorang tersangka berinisial ES di Desa Tumbang Samba, Kabupaten Katingan. Dari hasil tes urine, ES dinyatakan positif mengandung sabu. Penangkapan ini kemudian dikembangkan oleh BNNP hingga mengarah pada toko bernama “Nor Aini” yang berada di Kecamatan Timpah, Kabupaten Kapuas. Toko tersebut diduga menjadi lokasi penyimpanan sekaligus distribusi sabu yang dilakukan oleh jaringan tersebut.

Dalam penggerebekan toko itu, empat orang berhasil diamankan, terdiri dari dua perempuan berinisial NA dan A, serta dua pria berinisial BP dan BM. Dari hasil penggeledahan, petugas menyita sebanyak 57 paket sabu dengan berat kotor mencapai 45,96 gram. Rinciannya, A diamankan membawa 32 paket sabu, BM membawa dua paket, sementara sisanya disita dari NA.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

NA mengakui bahwa dia menerima kiriman sabu dari ES, sebagian di antaranya sudah terjual ke sejumlah pelanggan. Dalam proses interogasi, NA kemudian membuat pengakuan mengejutkan, bahwa sabu yang diterimanya berasal dari mantan suaminya sendiri, seorang narapidana berinisial M alias B, yang saat ini menjalani hukuman di Lapas Kelas IIA Palangka Raya.

Pengembangan kasus terus berlanjut dan petugas BNNP melakukan koordinasi dengan pihak lapas untuk mengamankan tiga narapidana lainnya yang diduga terlibat, yakni G, ED, dan W. Ketiganya mengaku bahwa mereka memperoleh sabu dari narapidana lain berinisial W, yang kemudian juga turut diamankan oleh tim BNNP Kalteng pada 20 Mei 2025.

Namun, yang paling mengejutkan adalah ketika tim BNNP Kalteng melakukan penggerebekan di kawasan Timah, Palangka Raya. Di sana, ditemukan bahwa istri dari oknum anggota polisi berpangkat Brigadir berinisial B turut terlibat sebagai salah satu tersangka dalam kasus peredaran sabu ini. Pada saat penggerebekan berlangsung, B diketahui berada di rumah dan sempat mengonsumsi sabu. Saat diinterogasi, oknum polisi tersebut mengaku dan mengakui bahwa dia mengetahui aktivitas istrinya dan bahkan membantu dalam proses pengedaran sabu.

Plt Kepala BNNP Kalteng, Kombes Pol Ruslan Abdul Rasyid, menegaskan bahwa keterlibatan oknum anggota Polri dalam peredaran narkotika adalah hal yang sangat serius dan tidak dapat ditoleransi. Menurutnya, jika seorang anggota polisi hanya sebagai pengguna narkotika, masih ada kemungkinan untuk pembinaan atau sanksi disiplin. Namun, jika sudah terlibat aktif dalam pengedaran narkoba, maka sanksi yang akan diberikan adalah tegas, yakni pemecatan dari institusi kepolisian dan proses hukum secara pidana.

“Kami akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh anggota Polri agar tidak terlibat dalam kasus narkoba. Tidak ada toleransi bagi anggota yang berani mencoreng institusi dengan menjadi pelaku narkotika,” tegas Kombes Ruslan.

Seluruh tersangka dalam kasus ini kini telah diamankan dan sedang menjalani proses hukum lebih lanjut. Mereka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) dan Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman yang sangat berat, termasuk kemungkinan hukuman seumur hidup atau pidana mati. (*)

Berita Terkait

Pedagang Madu Asal Baduy Jadi Korban Begal di Jakarta, Uang dan Dagangan Raib
Pemuda di Tasikmalaya Nekat Cabuli Nenek 85 Tahun, Polisi Amankan Pelaku
SWI Kecam Keras Aksi Teror terhadap Wartawan Syahbudin Padank di Subulussalam
Satresnarkoba Polres Indramayu Ungkap 18 Kasus Narkoba, Amankan 21 Tersangka
Kurang dari 24 Jam, Polisi Berhasil Menangkap Pembunuh Lansia di Subang
Polda Jabar Ungkap 257 Kasus Narkotika Sepanjang September 2025
Jurnalis Ambarita Dikeroyok saat Liputan di Bekasi, HP Dirampas dan Data Liputan Hilang
Polisi Bongkar Sindikat Uang Palsu di Garut, 1.200 Lembar Disita

Berita Terkait

Selasa, 25 November 2025 - 16:47 WIB

Wisuda XXII USB YPKP: Luluskan 921 Wisudawan di Era Digital

Senin, 24 November 2025 - 16:48 WIB

Kota Bandung Siap Jadi Tuan Rumah Konferensi PWI Jawa Barat

Minggu, 23 November 2025 - 17:43 WIB

Masjid Raya Bandung Bakal Jadi Tempat Gelaran Seni Budaya Religi

Sabtu, 22 November 2025 - 17:42 WIB

Wisuda 105 Siswa Sekolah Lansia Bahagia Antapani, Farhan: Pemberdayaan Lansia adalah Masa Depan Kota

Kamis, 20 November 2025 - 18:33 WIB

Kota Bandung Dukung Kolaborasi Tekstil RI–Australia Dorong Konsep “Designed in Australia, Crafted in Indonesia”

Rabu, 19 November 2025 - 07:07 WIB

Forkopimda Cup 2025 Kembali Bergulir, Momentum Satukan Instansi dan Jawab Tantangan Kota

Selasa, 18 November 2025 - 07:06 WIB

Pemkot Bandung Ajak Warga Berkolaborasi Wujudkan Kota “Zero New Stunting”

Selasa, 18 November 2025 - 06:52 WIB

Kurnia Solihat: Perizinan Harus Semakin Sederhana, Pasti, dan Memenuhi Kebutuhan Publik

Berita Terbaru