Yurike Sanger, Istri Ketujuh Presiden Soekarno, Meninggal Dunia di Amerika Serikat

BARA NEWS JABAR

- Redaksi

Jumat, 19 September 2025 - 01:28 WIB

50263 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Kabar duka datang dari Amerika Serikat. Yurike Sanger, istri ketujuh Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno, meninggal dunia pada Rabu (17/9/2025) sekitar pukul 20.00 waktu setempat. Ia menghembuskan napas terakhir di sebuah rumah sakit di San Bernardino, Los Angeles, California.

Kabar kepergian Yurike Sanger telah dikonfirmasi oleh sumber keluarga. Ia wafat dalam usia 80 tahun setelah sebelumnya menjalani perawatan intensif akibat kanker payudara yang dideritanya.

Meski begitu, hingga Kamis siang waktu Indonesia, belum ada informasi resmi terkait rencana pemulangan jenazah maupun lokasi pemakamannya. Pihak keluarga juga belum memberikan pernyataan terbuka kepada publik terkait prosesi pemakaman, termasuk apakah akan dimakamkan di Amerika Serikat atau dibawa ke Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Semasa hidupnya, Yurike Sanger dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan memilih untuk hidup jauh dari sorotan publik. Hubungannya dengan Presiden Soekarno terjadi di penghujung masa kepemimipinan sang proklamator. Meski tak sepopuler istri-istri Bung Karno lainnya seperti Fatmawati atau Ratna Sari Dewi, nama Yurike tetap tercatat jelas dalam bagian sejarah pribadi Presiden RI pertama itu.

Banyak kalangan yang mengenang Yurike sebagai wanita yang penuh kesederhanaan dan keteguhan hati. Setelah era Bung Karno berakhir, Yurike menjalani kehidupan di luar ranah politik dan publik, termasuk menetap di luar negeri selama bertahun-tahun.

Kabar wafatnya Yurike sontak mengundang duka dari sejumlah kalangan, khususnya para pemerhati sejarah dan pengagum sosok Soekarno. Di media sosial, ucapan belasungkawa mulai bermunculan dari warganet yang menyampaikan rasa hormat atas peran dan perjalanan hidup Yurike di tengah kisah besar sejarah Indonesia.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak keluarga besar Soekarno maupun pemerintah Indonesia. Masyarakat masih menunggu kepastian soal pemakaman maupun kemungkinan penghormatan terakhir dari pihak negara.

Selamat jalan, Ibu Yurike. Namamu akan tetap dikenang dalam lembar kecil namun berarti dari perjalanan panjang sejarah bangsa. (*)

Berita Terkait

bank bjb Gandeng Universitas Negeri Malang Wujudkan Digitalisasi Layanan Keuangan Kampus
PEREDARAN ROKOK TANPA CUKAI SEMAKIN MARAK YANG JELAS RUGIKAN NEGARA
Kesatria Panca Waluya, Upaya Antarkan Siswa Menuju Kemandirian Sosial dan Ekonomi   
Puncak Festival Budaya 4-14 “GANTARAWI” di SMAN 4 Bandung,
Polres Gayo Lues Catat Sejarah Baru dalam Pemberantasan Narkotika, Raih Apresiasi Tinggi dari Komisi III DPR RI
Tak Terima Gugatan Ditolak, Sukadamai Ndruru Siap Gugat Balik dan Laporkan Saksi Diduga Beri Keterangan Palsu
SWI Kecam Keras Aksi Teror terhadap Wartawan Syahbudin Padank di Subulussalam
Demi Kepastian Hukum dan Administrasi Keluarga, Program Isbat Nikah di Sukamaju Akan Terus Berjalan

Berita Terkait

Selasa, 25 November 2025 - 16:47 WIB

Wisuda XXII USB YPKP: Luluskan 921 Wisudawan di Era Digital

Senin, 24 November 2025 - 16:48 WIB

Kota Bandung Siap Jadi Tuan Rumah Konferensi PWI Jawa Barat

Minggu, 23 November 2025 - 17:43 WIB

Masjid Raya Bandung Bakal Jadi Tempat Gelaran Seni Budaya Religi

Sabtu, 22 November 2025 - 17:42 WIB

Wisuda 105 Siswa Sekolah Lansia Bahagia Antapani, Farhan: Pemberdayaan Lansia adalah Masa Depan Kota

Kamis, 20 November 2025 - 18:33 WIB

Kota Bandung Dukung Kolaborasi Tekstil RI–Australia Dorong Konsep “Designed in Australia, Crafted in Indonesia”

Rabu, 19 November 2025 - 07:07 WIB

Forkopimda Cup 2025 Kembali Bergulir, Momentum Satukan Instansi dan Jawab Tantangan Kota

Selasa, 18 November 2025 - 07:06 WIB

Pemkot Bandung Ajak Warga Berkolaborasi Wujudkan Kota “Zero New Stunting”

Selasa, 18 November 2025 - 06:52 WIB

Kurnia Solihat: Perizinan Harus Semakin Sederhana, Pasti, dan Memenuhi Kebutuhan Publik

Berita Terbaru