SUKABUMI | Di Jampang Surade, Sukabumi, Jawa Barat, sebuah kasus melibatkan dugaan pencabulan murid oleh seorang guru menggemparkan masyarakat. Oknum guru berinisial “ED,” yang merupakan pelatih ekstra kurikuler voli, dituduh melakukan tindakan tidak pantas terhadap beberapa muridnya, dengan rayuan iming-iming prestasi. Kasus ini mengejutkan, mengingat ini bukanlah kejadian pertama di sekolah tersebut; beberapa laporan serupa sebelumnya juga pernah muncul tanpa adanya tindakan tegas yang berarti.
Orang tua murid dan anggota masyarakat, merasa khawatir dan marah, mendesak pihak sekolah untuk bertanggung jawab dan mengambil langkah signifikan. “Ini sudah bukan kali pertama, kami minta sekolah untuk bertindak sesuai dengan yang seharusnya,” kata salah satu orang tua murid, mencerminkan rasa frustrasi yang mengemuka dalam komunitas.
Menanggapi tekanan dari orang tua dan masyarakat, pihak sekolah berjanji akan menyelidiki kasus ini dan mengambil tindakan yang diperlukan. Namun, perhatian utama tetap pada pentingnya transparansi dan keadilan dalam proses tersebut. Warga sekitar khawatir pihak sekolah dan oknum guru akan berusaha menutupi kasus ini demi menjaga nama baik institusi, alih-alih memastikan lingkungan belajar yang aman bagi siswa.
Kekhawatiran ini semakin diperkuat dengan pernyataan bahwa peraturan yang ketat seharusnya tidak hanya berlaku bagi murid. Sekolah juga perlu memastikan bahwa para guru memiliki kemampuan dan jiwa mendidik yang berkualitas. Hal ini penting untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.
Keamanan dan kesejahteraan siswa seharusnya menjadi prioritas utama. Pihak sekolah harus berani menghadapi kenyataan pahit ini dan melakukan langkah-langkah konkret guna melindungi setiap murid. Orang tua dan masyarakat diimbau untuk terus mengawasi kasus ini, menuntut keadilan dengan tegas terhadap oknum guru, serta mendorong proses penyelidikan yang adil.
“Perbuatan guru yang mencabuli muridnya adalah tindakan yang tidak dapat diterima. Guru seharusnya melindungi dan mendidik siswa, bukan sebaliknya,” tegas seorang pengamat pendidikan. Tindakan semacam ini dapat menyebabkan dampak yang merusak bagi korban, mempengaruhi masa depan mereka secara signifikan. Oleh karena itu, keadilan harus ditegakkan. Tuntutan untuk investigasi menyeluruh dan tindakan hukum yang sesuai perlu menjadi agenda utama, di mana pengawasan dan dukungan terhadap korban harus dipastikan agar kejadian serupa tidak terulang.
Masyarakat berharap agar pihak berwenang dapat menangani masalah ini dengan segera dan tegas, demi keadilan bagi semua yang terlibat. Dengan kekuatan suara masyarakat dan keadilan yang ditegakkan, diharapkan ke depan lingkungan pendidikan dapat lebih aman dan terpercaya bagi generasi muda. (sw/rel)















































