Raperda GDPK Jadi Pedoman Utama Penyusunan Kebijakan Kependudukan Kota Bandung

REDAKSI KOTA BANDUNG

- Redaksi

Kamis, 13 November 2025 - 16:08 WIB

5059 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, baranewsjabar.com- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung melalui Panitia Khusus (Pansus) 11 tengah membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) Kota Bandung tahun 2025–2045.
Pembahasan ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan arah pembangunan kependudukan jangka panjang yang berkelanjutan dan berkeadilan bagi seluruh warga. Raperda tersebut diharapkan menjadi pedoman utama dalam penyusunan kebijakan kependudukan, sekaligus menjawab berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan di Kota Bandung.
Dalam proses pembahasan, Pansus 11 menerima koreksi dari Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Bandung terkait penyesuaian nama Raperda. Sebelumnya Raperda disebut “Grand Design Pembangunan Keluarga”, namun disesuaikan menjadi “Grand Design Pembangunan Kependudukan” sesuai ketentuan nasional.
Anggota DPRD Kota Bandung yang juga Anggota Pansus 11, Hj. Siti Marfuah, S.S., S.Pd., M.M., menegaskan bahwa grand desain ini harus menjadi peta jalan pembangunan kependudukan yang memiliki arah dan landasan yang jelas untuk dua dekade ke depan.
“Raperda ini bukan sekadar dokumen, tapi harus menjadi panduan konkret agar setiap kebijakan pembangunan di Kota Bandung berpihak pada kesejahteraan warga. Kita ingin memastikan pembangunan kependudukan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan jumlah penduduk, tetapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar Siti, saat ditemui di Kantor DPRD Kota Bandung, Rabu (12/11/2025).
Menurutnya, grand desain ini akan membantu pemerintah kota dalam merumuskan kebijakan yang memprioritaskan kenyamanan dan kesejahteraan warga, mencakup aspek ekonomi, lingkungan, pendidikan, serta infrastruktur.
“Kenyamanan bisa hadir dari sisi ekonomi, kesejahteraan, hingga lingkungan dan infrastruktur yang memadai dalam kerangka pembangunan berkelanjutan. Grand desain ini akan menjadi panduan jangka panjang bagi Kota Bandung,” tandasnya.

Berita Terkait

Wisuda XXII USB YPKP: Luluskan 921 Wisudawan di Era Digital
Kota Bandung Siap Jadi Tuan Rumah Konferensi PWI Jawa Barat
Masjid Raya Bandung Bakal Jadi Tempat Gelaran Seni Budaya Religi
Wisuda 105 Siswa Sekolah Lansia Bahagia Antapani, Farhan: Pemberdayaan Lansia adalah Masa Depan Kota
Siskamling Siaga Bencana, Farhan: Partisipasi Warga Jadi Modal Utama Jaga Keamanan Lingkungan
Kota Bandung Dukung Kolaborasi Tekstil RI–Australia Dorong Konsep “Designed in Australia, Crafted in Indonesia”
Forkopimda Cup 2025 Kembali Bergulir, Momentum Satukan Instansi dan Jawab Tantangan Kota
Pemkot Bandung Ajak Warga Berkolaborasi Wujudkan Kota “Zero New Stunting”

Berita Terkait

Selasa, 25 November 2025 - 16:47 WIB

Wisuda XXII USB YPKP: Luluskan 921 Wisudawan di Era Digital

Senin, 24 November 2025 - 16:48 WIB

Kota Bandung Siap Jadi Tuan Rumah Konferensi PWI Jawa Barat

Minggu, 23 November 2025 - 17:43 WIB

Masjid Raya Bandung Bakal Jadi Tempat Gelaran Seni Budaya Religi

Sabtu, 22 November 2025 - 17:42 WIB

Wisuda 105 Siswa Sekolah Lansia Bahagia Antapani, Farhan: Pemberdayaan Lansia adalah Masa Depan Kota

Kamis, 20 November 2025 - 18:33 WIB

Kota Bandung Dukung Kolaborasi Tekstil RI–Australia Dorong Konsep “Designed in Australia, Crafted in Indonesia”

Rabu, 19 November 2025 - 07:07 WIB

Forkopimda Cup 2025 Kembali Bergulir, Momentum Satukan Instansi dan Jawab Tantangan Kota

Selasa, 18 November 2025 - 07:06 WIB

Pemkot Bandung Ajak Warga Berkolaborasi Wujudkan Kota “Zero New Stunting”

Selasa, 18 November 2025 - 06:52 WIB

Kurnia Solihat: Perizinan Harus Semakin Sederhana, Pasti, dan Memenuhi Kebutuhan Publik

Berita Terbaru