Jakarta — Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni kembali menjadi perbincangan publik setelah sebuah foto lawas yang memperlihatkan dirinya tengah bermain golf beredar di media sosial. Dalam foto tersebut, politikus Partai NasDem itu tampak mengenakan pakaian berwarna merah muda dan berpose di lapangan golf bersama Laksamana TNI (Purn.) Agus Suhartono, mantan Panglima TNI yang diakui Sahroni sebagai sosok penting dalam perjalanan hidupnya.
Menanggapi beredarnya foto itu, Sahroni menunjukkan sikap santai dan tidak mempermasalahkan penilaian publik. Dalam sebuah podcast yang diunggah kanal Total Politik, legislator asal Dapil DKI Jakarta III tersebut menjelaskan bahwa foto tersebut diambil sekitar tahun 2010, yakni sebelum dirinya menjadi anggota DPR RI.
“Itu foto lama banget, sekitar 2010-an, pas beliau masih Kasal (Kepala Staf Angkatan Laut). Waktu itu gua belum jadi anggota DPR, Bang,” ujar Sahroni sambil tersenyum.
Ia mengaku mengenal Laksamana Agus Suhartono sejak jauh sebelum perwira tinggi TNI itu menempati posisi strategis di militer. Bagi Sahroni, hubungan mereka telah terjalin erat dan bersifat pribadi, tidak sekadar kedekatan sosial atau politik. Ia menyebut Agus sebagai sosok mentor sekaligus orang tua yang telah banyak memberikannya arahan dan pembinaan.
“Gua kenal Om Agus di zaman masih bintang satu sampai akhirnya beliau jadi Panglima TNI. Begitu dekatnya karena gua dibimbing sebagai seorang anak. Kalau bahasa budak, mentor, abang, orang tua—lengkap ini dah,” kata Sahroni mengenang.
Kedekatan itu menurutnya telah membentuk banyak sisi dalam dirinya, baik secara pribadi maupun dalam kapasitas sebagai pejabat publik. Ia menegaskan tidak merasa risih dengan perhatian netizen terhadap penampilannya yang dianggap tidak biasa dalam foto tersebut. Sebaliknya, Sahroni menjadikan momen itu sebagai bahan refleksi sekaligus hiburan.
“Ada yang bilang gua kayak caddy. Tapi kayaknya yang ngomong enggak ngerti golf, karena kalau caddy begini mah enggak bakal laku,” katanya sambil tertawa. Ia menambahkan, kegiatan bermain golf bersama perwira militer senior kala itu hanyalah bagian dari hiburan di tengah aktivitas dan pekerjaan, bukan profesinya.
Sebagian pengguna media sosial menyebut penampilan Sahroni saat itu “kemayu”, namun ia tetap bersahaja menanggapi komentar-komentar yang muncul. Ia justru merasa bahwa ekspresi dirinya di masa lalu merupakan representasi dari kepribadian yang otentik dan tidak dibuat-buat.
“Gua kadang kirimin ke temen, terus ketawa sendiri gua. Itu hiburan gua. Gaya gua seperti itu, emang begitu,” ujarnya tanpa beban.
Sahroni selama ini dikenal sebagai figur publik yang tidak ragu mengekspresikan diri, baik dalam gaya berbusana maupun dalam bersikap. Sebagai politisi yang memiliki latar belakang kehidupan dari keluarga sederhana di Tanjung Priok, ia berhasil meniti karier dari bawah dengan tetap mempertahankan karakter yang membumi.
“Om Agus itu orang yang luar biasa buat gua. Banyak yang enggak tahu, tapi beliau salah satu sosok yang bikin gua bisa seperti sekarang,” tuturnya.
Bagi Sahroni, foto lawas tersebut bukan sekadar kenangan, melainkan simbol dari proses panjang yang telah dilalui dalam membentuk jati diri dan perjalanannya sebagai tokoh nasional. Perbincangan publik seputar foto itu justru dianggapnya sebagai kesempatan untuk kembali mengingat akar dan orang-orang yang telah berjasa dalam hidupnya.















































