Bandung — Pemerintah Desa Cikitu, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, memanfaatkan anggaran Bantuan Gubernur Tahun Anggaran 2025 untuk pembangunan infrastruktur jalan desa. Saat ini, proses pembangunan rabat beton tengah berjalan di wilayah Jalan Desa Situ Dua RW 009. Pembangunan ini menjadi salah satu prioritas desa guna menunjang aktivitas harian masyarakat, khususnya warga yang berprofesi sebagai petani dan pedagang.
Kepala Desa Cikitu, Ade Husen, saat ditemui pada Kamis (7/11/2025), menjelaskan bahwa infrastruktur jalan yang baik memiliki peran penting dalam mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Panjang jalan yang dibangun mencapai 92 meter, dengan lebar 2,5 meter dan ketebalan 20 sentimeter. Ia menekankan, proyek tersebut dikerjakan sesuai spesifikasi teknis yang ditetapkan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung.
“Pembangunan rabat beton ini adalah bagian dari upaya kami untuk menyediakan akses jalan yang layak bagi masyarakat. Karena mayoritas warga Desa Cikitu adalah petani dan pedagang, jalan ini sangat vital untuk kelancaran distribusi hasil pertanian dan keperluan sehari-hari,” ujar Ade Husen.
Ia mengakui bahwa dalam proses pembangunan, pihaknya menemui sejumlah tantangan yang menyebabkan sebagian biaya mengalami pembengkakan. Di antaranya adalah cuaca yang kurang mendukung serta sempat terjadi kelangkaan beberapa material bangunan. Meskipun demikian, seluruh proses pengerjaan tetap mengacu pada standar teknis dan kualitas bahan, termasuk dalam penggunaan semen bermerek Tiga Roda yang dikenal berkualitas tinggi.
“Karena hasil pembangunan ini untuk masyarakat secara luas, maka kami berupaya maksimal untuk menggunakan material terbaik agar hasilnya kuat, tahan lama, dan manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” katanya.
Ade Husen menyebutkan, masih terdapat sejumlah titik jalan desa lainnya yang memerlukan perhatian dan perbaikan. Kondisi jalan yang rusak atau belum diperkeras kerap menjadi kendala mobilitas warga, terutama saat musim hujan. Namun, ia menegaskan bahwa setiap penentuan lokasi pembangunan dilakukan melalui proses musyawarah bersama masyarakat dan tokoh setempat.
“Prinsipnya, pekerjaan dilakukan secara bertahap dan bergilir. Setiap dusun dan RW akan mendapat giliran. Jadi tidak akan menimbulkan kecemburuan. Semua keputusan kami ambil melalui musyawarah, sesuai aspirasi masyarakat,” tambahnya.
Ia juga mengimbau agar warga turut menjaga infrastruktur yang telah dibangun. Menurutnya, keberlangsungan manfaat dari infrastruktur desa tidak hanya bergantung pada pembangunan awal, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh tingkat kepedulian masyarakat dalam merawat dan memanfaatkannya secara bijak.
“Kami harap masyarakat bersama-sama menjaga dan memelihara jalan yang sudah terbangun ini. Karena sarana dari pemerintah memang diperuntukkan langsung bagi warga, sebagai penunjang aktifitas ekonomi maupun sosial sehari-hari,” ujar Ade Husen.
Di akhir wawancara, Ade Husen menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bandung atas dukungan anggaran pembangunan bagi desa. Menurutnya, bantuan yang diberikan setiap tahun secara bergilir telah mendorong percepatan pembangunan di tingkat desa dan memberi manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga.
“Alhamdulillah, bantuan yang kami terima sangat bermanfaat dan langsung dirasakan masyarakat. Kami berterima kasih kepada pemerintah provinsi dan kabupaten atas perhatian yang terus diberikan kepada desa-desa, termasuk Desa Cikitu,” tutupnya.















































