Beranda
Berita Dinas Pendidikan Jawa Barat
Berita Dinas Pendidikan Jawa Barat
Semarak Festival Budaya 4-14 “GANTARAWI” di SMAN 4 Bandung
Semarak Festival Budaya 4-14 “GANTARAWI” di SMAN 4 Bandung
0 Komentar





PreviousNext
BANDUNG, Baranewsjabar — Puncak pendidikan adalah kreativitas. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Purwanto saat menghadiri Puncak Festival Budaya 4-14 “GANTARAWI” di SMAN 4 Bandung, Kamis (23/10/2025).
Festival tahunan tersebut menampilkan beragam kreativitas siswa, mulai dari pertunjukan seni, pameran dekorasi hingga pengumuman 11 pemenang berbagai lomba kesenian antarkelas yang digelar hari sebelumnya.
Kadisdik pun mengapresiasi kreativitas yang ditunjukkan para siswa dalam festival ini. “Orang-orang yang bisa mengabdi dan bermanfaat bagi lingkungannya adalah orang-orang yang kreatif. Saya bangga sekolah ini sudah memperlihatkan hal itu,” ujarnya.
Kadisdik menilai, festival ini merupakan bentuk literasi kebudayaan yang mampu menggerakkan seluruh siswa untuk berpartisipasi di bidang yang mereka sukai. “Satu even bisa menggerakkan banyak disiplin ilmu. Ada yang suka foto, videografi bahkan ada ilmu ekonomi juga jika melihat perputaran ekonomi di tenant penjualan,” tambahnya.
Selain menjadi ruang ekspresi, lanjutnya, ajang seperti ini juga memberi kesempatan untuk mengapresiasi karya siswa. “Mengapresiasi bukan pekerjaan mudah, begitu pula menghormati. Sekolah ini telah menumbuhkan karakter apresiatif untuk saling menghargai karya teman-temannya,” imbuhnya.
Plt. Kepala SMAN 4 Bandung, Firmansyah menuturkan, festival ini sejalan dengan program Pendidikan Karakter Gapura Panca Waluya. “Hubungannya terletak pada inovasi dan pengembangan kreativitas anak. Inovasi para siswa sangat mumpuni sebagai bekal masa depan mereka,” ujarnya.
Ia pun mengapresiasi upaya para siswa yang berhasil mengemas kegiatan dengan meriah tanpa memberatkan orang tua. “Kami hanya mengarahkan, selebihnya mereka yang mencari sponsor dan berjejaring dengan alumni. Anak-anak sangat luar biasa,” pujinya.
Selain mengasah jiwa seni, Firmansyah meyakini, ajang ini juga menguatkan mental para siswa agar mampu berkolaborasi dan bekerja sama dengan sesama.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Festival, Athala Muhammad Aiko menjelaskan, tema yang diangkat tahun ini adalah kebudayaan Betawi. “Tahun kemarin sudah budaya Sunda. Kali ini kami ingin mengenalkan budaya Betawi yang mulai jarang ditemui karena berada di Ibu Kota yang serbamodern. Kami ingin menunjukkan bahwa budaya Betawi punya banyak hal unik untuk dikenal,” ujar siswa kelas XII tersebut.
Aiko berharap, festival ini dapat menjadi media untuk mendekatkan siswa pada keberagaman budaya Indonesia yang begitu luas dan kaya.*** (Mas)















































