569 Siswa di Garut Diduga Keracunan Makanan Gratis, Dominasi Pelajar SD

BARA NEWS JABAR

- Redaksi

Sabtu, 20 September 2025 - 04:29 WIB

50271 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut – Jumlah korban keracunan massal yang diduga akibat konsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Garut, Jawa Barat, terus bertambah. Hingga Kamis (18/9/2025) malam, total korban sudah mencapai 569 orang.

“Hingga saat ini jumlah yang diduga mengalami keracunan ada 569 orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Garut, Leli Yuliani, Jumat (19/9/2025).

Leli menyebut mayoritas korban merupakan siswa Sekolah Dasar (SD). Sebelumnya, kasus serupa lebih banyak ditemukan pada siswa tingkat SMP, SMA, dan Madrasah Aliyah. Dari ratusan korban, sebagian besar mengalami gejala ringan, seperti mual, pusing, dan lemas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, sebanyak 30 orang sempat dirawat inap di puskesmas. Dari jumlah tersebut, 11 orang telah diperbolehkan pulang, sedangkan 19 lainnya masih dalam pengawasan medis.

Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto menyebut keracunan terjadi usai para siswa menyantap menu MBG yang terdiri dari nasi putih, tempe orek, ayam woku, lalapan sayur, dan stroberi. Menurutnya, siswa mulai merasakan gejala beberapa saat setelah menyantap makanan.

“Sebanyak 19 siswa ini sekarang sedang menjalani perawatan di Puskesmas Kadungora,” kata Yugi.

Pihak kepolisian juga sudah melakukan penyelidikan awal. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, sementara sampel makanan dan muntahan korban dikirim ke laboratorium untuk diteliti lebih lanjut. Polisi juga bekerja sama dengan puskesmas dalam proses penanganan darurat.

Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina, ikut meninjau langsung kondisi para siswa di Puskesmas Kadungora. Ia memastikan kondisi para siswa sudah membaik.

“Alhamdulillah kondisi mereka sudah lebih baik. Mereka sebelumnya mengeluhkan pusing, sakit perut, dan lemas,” ujarnya.

Meski begitu, Pemkab belum bisa memastikan apa penyebab pasti dari keracunan massal ini. Namun, sampel makanan sudah diambil sebagai bahan evaluasi.

“Sampelnya sudah diambil, semoga hasilnya bisa untuk bahan evaluasi ke depannya. Sekarang juga sedang dilakukan tracking,” kata Putri.

Putri juga memastikan seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Garut. Ia menyebut pihaknya akan bertindak cepat untuk mencegah kejadian serupa terulang.

“Intinya kami sangat responsif terhadap apa yang terjadi di lapangan,” tegasnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan dan pihak terkait terus memantau kondisi siswa di berbagai sekolah untuk mendeteksi kemungkinan ada korban tambahan. Program MBG sendiri merupakan bagian dari kebijakan nasional yang diluncurkan awal Januari 2025, namun kini kembali menuai kritik menyusul sejumlah kasus keracunan yang terjadi di berbagai daerah.

Berita Terkait

Gandeng Bang Bob, Kajari Garut Dorong Penguatan Karakter Jaksa Lewat “Character Building”
Polisi Bongkar Sindikat Uang Palsu di Garut, 1.200 Lembar Disita
Puluhan Sekolah di Garut Diduga Bayar ‘Pelicin’ Agar Terima Dana Pemerintah
SDN 7 Kota Kulon Garut Terima Bantuan Fisik Sekolah dari Program BRI Peduli “Ini Sekolahku”
Tiga Tewas di Pernikahan Anak Gubernur Jabar, Maula dan Putri Akhirnya Buka Suara
Tragis! Berebut Makanan Gratis di Pernikahan Anak Gubernur, Tiga Nyawa Melayang
Polres Garut Gagalkan Peredaran Ekstasi dan Ganja, Dua Tersangka Dibekuk
Kejari Garut Segera Sidangkan Dokter Cabul Tersangka Kekerasan Seksual terhadap Pasien Hamil

Berita Terkait

Selasa, 25 November 2025 - 16:47 WIB

Wisuda XXII USB YPKP: Luluskan 921 Wisudawan di Era Digital

Senin, 24 November 2025 - 16:48 WIB

Kota Bandung Siap Jadi Tuan Rumah Konferensi PWI Jawa Barat

Minggu, 23 November 2025 - 17:43 WIB

Masjid Raya Bandung Bakal Jadi Tempat Gelaran Seni Budaya Religi

Sabtu, 22 November 2025 - 17:42 WIB

Wisuda 105 Siswa Sekolah Lansia Bahagia Antapani, Farhan: Pemberdayaan Lansia adalah Masa Depan Kota

Kamis, 20 November 2025 - 18:33 WIB

Kota Bandung Dukung Kolaborasi Tekstil RI–Australia Dorong Konsep “Designed in Australia, Crafted in Indonesia”

Rabu, 19 November 2025 - 07:07 WIB

Forkopimda Cup 2025 Kembali Bergulir, Momentum Satukan Instansi dan Jawab Tantangan Kota

Selasa, 18 November 2025 - 07:06 WIB

Pemkot Bandung Ajak Warga Berkolaborasi Wujudkan Kota “Zero New Stunting”

Selasa, 18 November 2025 - 06:52 WIB

Kurnia Solihat: Perizinan Harus Semakin Sederhana, Pasti, dan Memenuhi Kebutuhan Publik

Berita Terbaru