Bogor – Jagat maya dirundung haru. Sebuah video berdurasi kurang dari satu menit https://x.com/i/status/1968668836317770075 yang menampilkan perjuangan dua siswa di Parung, Kabupaten Bogor, mendadak viral dan memantik gelombang empati dari ribuan warganet. Video tersebut memperlihatkan momen menyentuh saat dua kakak beradik diduga harus bergantian memakai satu setel seragam sekolah dan sepasang sepatu demi tetap bisa mengenyam pendidikan.
Dalam rekaman yang tersebar luas di berbagai platform media sosial, tampak Haikal, siswa kelas 3 SMK, membantu adiknya, Haizar, yang kini duduk di kelas 3 SMP. Di sebuah ruangan sempit yang diperkirakan bagian dari kontrakan sederhana, Haikal tampak melepas seragam dan sepatu yang baru saja ia kenakan, lalu menyerahkannya pada sang adik agar bisa gantian berangkat ke sekolah.
Aksi mereka mungkin sederhana, namun menyiratkan ratusan kata perjuangan. Video ini menjadi gambaran nyata betapa beratnya beban ekonomi yang dipikul oleh keluarga kurang mampu di pelosok negeri, bahkan hingga menyentuh kebutuhan dasar pendidikan.
Respons publik pun tak kalah cepat. Potongan video itu langsung diserbu komentar dukungan hingga viral di berbagai platform. Banyak yang menyebut aksi Haikal dan Haizar sebagai simbol keteguhan hati dan semangat belajar di tengah keterbatasan.
Pemerintah Kecamatan Parung bergerak cepat. Endang Darmawan, Sekretaris Kecamatan Parung, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait video tersebut dan saat ini tengah melakukan penelusuran terhadap keabsahan informasi, termasuk identitas kedua kakak beradik itu.
“Begitu kami menerima informasi mengenai video ini, kami langsung ambil tindakan. Saat ini kami tengah berkoordinasi dengan aparat desa di seluruh wilayah Kecamatan Parung untuk mencari tahu lokasi pasti dan memastikan kondisi mereka,” ujar Endang kepada wartawan, Kamis (18/9/2025).
Ia memastikan, jika video ini benar adanya dan kedua siswa tersebut memang butuh bantuan, pemerintah akan segera melakukan intervensi agar mereka bisa melanjutkan sekolah dengan layak.
“Ini bukan sekadar soal seragam atau sepatu. Ini soal masa depan. Kami tidak akan diam,” tegasnya.
Lebih lanjut, Pemcam Parung juga membuka kanal komunikasi bagi masyarakat yang punya informasi terkait keberadaan Haikal dan Haizar. Endang mengimbau agar masyarakat yang mengetahui lokasi atau identitas kedua siswa tersebut dapat segera melapor.
“Kami sangat mengharapkan partisipasi aktif dari warga. Silakan datang ke kantor desa terdekat atau langsung ke kantor kecamatan jika mengetahui informasi lebih lanjut soal mereka. Ini akan sangat membantu,” tambahnya.
Kini publik menanti, bukan hanya kabar keberadaan Haikal dan Haizar, tetapi juga aksi nyata dari pemerintah dan dunia pendidikan. Harapannya, perjuangan mereka tidak berhenti sebagai viral semata, tetapi menjadi awal dari kisah inspiratif yang membawa perubahan nyata bagi kehidupan dan masa depan mereka.
Dari balik layar gawai yang kita pegang, sebuah video pendek kembali menyadarkan: masih ada anak-anak di negeri ini yang berjuang menggenggam cita-cita hanya dengan satu pasang sepatu dan setelan seragam.















































