SUKABUMI – Kepala Desa Kadaleman, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rosid, memaknai peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 dengan cara merayakannya bersama masyarakat. Ia menggerakkan warganya dari berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga orang dewasa, untuk turut serta dalam kegiatan kebersamaan yang disiapkan sejak jauh hari.
Semarak perayaan berlangsung di lapangan bola Desa Kadaleman, Sabtu (16/8). Sejak pagi, warga berbondong-bondong mengikuti kerja bakti, aneka perlombaan, hingga pertandingan olahraga yang digelar. Tidak hanya sepak bola bagi laki-laki, panitia juga menyiapkan pertandingan khusus perempuan bahkan hingga tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
“Pokoknya saya sebagai kepala desa memberikan pelayanan penuh. Karena ini demi menghargai perjuangan para nenek moyang kita. Apa yang saya lakukan ini tidak sebanding dengan pengorbanan mereka dalam merebut kemerdekaan,” ujar Rosid di tengah riuh dukungan penonton pertandingan final sepak bola.
Ia menekankan, kemeriahan 17 Agustusan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk rasa syukur sekaligus sarana mempererat persaudaraan antarwarga. “Adalah kebahagiaan tersendiri bagi saya sebagai kepala desa bisa menghadirkan kegembiraan ini. Saya juga sadar, perayaan semacam ini tidak hanya terjadi di Kadaleman, tetapi juga di seluruh penjuru negeri, bahkan oleh warga Indonesia yang berada di luar negeri,” tambahnya.
Lebih jauh, Rosid berharap momentum kemerdekaan dapat menjaga semangat persatuan di tengah tantangan zaman. Ia menyinggung fenomena munculnya bendera “One Piece” yang sempat berkibar di beberapa wilayah sebagai bentuk protes sosial. Menurutnya, hal itu tidak perlu dipandang berlebihan.
“Itu hanya kritik sosial. Yang penting, bagi kita sekarang, perayaan kemerdekaan adalah wujud rasa syukur atas anugerah Tuhan yang telah membebaskan Indonesia dari penjajahan bangsa asing,” tegas Rosid.
Rosid menutup pesannya dengan harapan agar bangsa ini tetap kokoh di tengah perbedaan. “Semoga tidak ada perpecahan di antara putra-putri bangsa Indonesia. Kemerdekaan ini harus terus diisi dengan semangat kebersamaan, bukan perpecahan,” ujarnya.
Perayaan HUT RI ke-80 di Desa Kadaleman pun berlangsung hingga malam hari. Lampu-lampu hias dipasang di setiap sudut jalan, musik rakyat diputar, dan anak-anak berlari riang. Bagi Rosid, suasana itu adalah gambaran sederhana bahwa kemerdekaan sejati adalah ketika masyarakat bisa merasakan kebahagiaan bersama. (*)















































