Awal Menuju Perubahan, Program Kecil Berdampak Positif Bagi Masyarakat

REDAKSI KOTA BANDUNG

- Redaksi

Jumat, 9 Mei 2025 - 10:48 WIB

50195 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, baranewsjabar.com- Wakil Wali Kota Bandung, Erwin mengatakan meski istilah “100 hari kerja” tidak secara resmi diatur dalam regulasi pemerintahan, namun hal ini sebagai momentum penting untuk menunjukkan arah dan keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung sejak hari pertama menjabat.

“Ini bukan soal menyelesaikan semuanya dalam 100 hari. Tapi ini adalah titik tolak – bukti bahwa kami siap bekerja dan punya visi yang jelas,” ujar Erwin pada kegiatan talkshow bersama Radio Sonata, Jumat 9 Mei 2025.

“Kami ingin masyarakat tahu bahwa kehadiran kami bukan hanya seremonial, tapi hadir untuk bekerja dan membawa perubahan,” katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam waktu yang singkat, kata Erwin, berbagai program nyata dapat hadirkan, meskipun berskala kecil.

Fokusnya bukan pada besar-kecilnya proyek, tetapi dampaknya bisa langsung dirasakan oleh warga. Program-program awal tersebut menjadi cerminan dari arah besar yang akan kami tempuh lima tahun ke depan.

“Bagi kami, 100 hari kerja ini adalah bagian dari proses membangun kepercayaan publik. Kami tidak ingin sekadar membuat janji. Kami ingin menunjukkan komitmen sejak awal. Ini bukan akhir, ini adalah awal perjalanan menuju Bandung yang lebih baik,” tuturnya.

Erwin menegaskan, diawali program kecil seperti penataan Seke Babakan Ledeng, mural di Jalan Lodaya, dan Pasar Sisi Walungan (Pasiwal).

Hal ini bukan dipilih secara acak, justru program ini menjadi bentuk pendekatan strategis yang intervensi kecil. Harapannya, mampu menghidupkan energi kota secara luas.

“Pembangunan kota tidak bisa diselesaikan dalam sekejap. Proyek besar butuh waktu dan perencanaan. Maka kami mulai dari langkah-langkah kecil yang bisa langsung dieksekusi, tapi punya arah yang jelas,” kata Erwin.

Melalui program tersebut, lanjutnya pemerintah ingin menyentuh berbagai aspek kehidupan warga. Mulai dari tata ruang, budaya, hingga ekonomi lokal. Harapannya, perubahan kecil ini akan memicu resonansi lebih besar dalam jangka panjang.

“Perubahan tidak harus selalu dimulai dari proyek-proyek besar. Justru lewat program kecil yang menyentuh langsung kehidupan warga, kita membangun fondasi sosial yang kuat. Prinsip kami sederhana: kecil tapi berdampak, baru kemudian berkembang ke arah yang lebih besar dan terstruktur,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga, Didi Ruswandi, menjelaskan, reboisasi menjadi salah satu langkah utama dalam mengelola air hujan sejak dari hulu.

Untuk jangka menengah dan panjang, pemerintah juga menyiapkan tampungan air besar seperti kolam retensi sebagai solusi tambahan.

“Reboisasi kita lakukan, terutama di wilayah kabupaten. Tapi untuk transisinya, kita juga siapkan tampungan besar seperti kolam retensi,” ujar Didi.

Menurutnya, proses ini membutuhkan waktu dan kerja sama banyak pihak. Meski kompleks, pihaknya tetap optimis, langkah-langkah ini akan berdampak positif.

“Memang tidak mudah dan butuh waktu. Tapi kita tetap optimis karena semua ini bagian dari proses besar untuk memperbaiki tata kelola air,” katanya.

Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam meningkatkan daya serap tanah serta mengurangi limpasan air yang bisa menyebabkan banjir di daerah hilir.

Berita Terkait

Wisuda XXII USB YPKP: Luluskan 921 Wisudawan di Era Digital
Kota Bandung Siap Jadi Tuan Rumah Konferensi PWI Jawa Barat
Masjid Raya Bandung Bakal Jadi Tempat Gelaran Seni Budaya Religi
Wisuda 105 Siswa Sekolah Lansia Bahagia Antapani, Farhan: Pemberdayaan Lansia adalah Masa Depan Kota
Siskamling Siaga Bencana, Farhan: Partisipasi Warga Jadi Modal Utama Jaga Keamanan Lingkungan
Kota Bandung Dukung Kolaborasi Tekstil RI–Australia Dorong Konsep “Designed in Australia, Crafted in Indonesia”
Forkopimda Cup 2025 Kembali Bergulir, Momentum Satukan Instansi dan Jawab Tantangan Kota
Pemkot Bandung Ajak Warga Berkolaborasi Wujudkan Kota “Zero New Stunting”

Berita Terkait

Selasa, 25 November 2025 - 16:47 WIB

Wisuda XXII USB YPKP: Luluskan 921 Wisudawan di Era Digital

Senin, 24 November 2025 - 16:48 WIB

Kota Bandung Siap Jadi Tuan Rumah Konferensi PWI Jawa Barat

Minggu, 23 November 2025 - 17:43 WIB

Masjid Raya Bandung Bakal Jadi Tempat Gelaran Seni Budaya Religi

Sabtu, 22 November 2025 - 17:42 WIB

Wisuda 105 Siswa Sekolah Lansia Bahagia Antapani, Farhan: Pemberdayaan Lansia adalah Masa Depan Kota

Kamis, 20 November 2025 - 18:33 WIB

Kota Bandung Dukung Kolaborasi Tekstil RI–Australia Dorong Konsep “Designed in Australia, Crafted in Indonesia”

Rabu, 19 November 2025 - 07:07 WIB

Forkopimda Cup 2025 Kembali Bergulir, Momentum Satukan Instansi dan Jawab Tantangan Kota

Selasa, 18 November 2025 - 07:06 WIB

Pemkot Bandung Ajak Warga Berkolaborasi Wujudkan Kota “Zero New Stunting”

Selasa, 18 November 2025 - 06:52 WIB

Kurnia Solihat: Perizinan Harus Semakin Sederhana, Pasti, dan Memenuhi Kebutuhan Publik

Berita Terbaru