BOGOR — Seorang pria berinisial AN (25) ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya di wilayah Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (2/11/2025) tengah malam. Korban ditemukan dengan leher terikat kawat bendrat dan tubuh dipenuhi luka akibat senjata tajam.
Kepolisian Sektor Bojonggede bersama tim gabungan Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Depok bergerak cepat. Kurang dari 24 jam setelah kejadian, tiga pelaku utama berhasil ditangkap. Mereka masing-masing berinisial MFR, MED, dan DS. Ketiganya ditangkap saat berupaya melarikan diri ke wilayah Ciawi, Kabupaten Bogor, Senin (3/11/2025) sekitar pukul 18.30 WIB.
Kapolsek Bojonggede AKP Abdullah mengatakan, penangkapan dilakukan tanpa perlawanan di lokasi persembunyian para pelaku. “Artinya, sebelum 1×24 jam, ketiga pelaku berhasil kita amankan,” ujar Abdullah, Selasa (4/11).
Polisi masih mendalami motif di balik pembunuhan ini. Dugaan sementara mengarah pada persoalan pribadi dan dendam lama antara korban dan pelaku.
Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, menjelaskan korban ditemukan di rumahnya yang berada di Kampung Panjang, Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede. Saat ditemukan, kondisi korban sangat mengenaskan. Tubuhnya dipenuhi luka sayatan dan tusukan senjata tajam, terutama di bagian wajah dan dada.
“Selain itu, terdapat beberapa luka memar yang diduga diakibatkan oleh pukulan benda tumpul,” kata Made.
Di lokasi kejadian, polisi menemukan sejumlah barang bukti, antara lain potongan kawat yang diduga digunakan untuk mencekik korban, sebilah pisau, serta pakaian korban yang berlumuran darah. Semua barang bukti telah diamankan untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.
Dari keterangan sejumlah warga, malam kejadian berlangsung mencekam. Sekitar pukul 23.30 WIB, terdengar suara gaduh dan teriakan minta tolong dari rumah korban. “Saksi mendengar suara keributan, bahkan sempat terdengar teriakan ‘ampun bang!’ dari dalam rumah,” tutur Made.
Salah seorang warga yang baru pulang kerja mengatakan sempat melihat dua sepeda motor terparkir di depan rumah korban sebelum keributan terjadi. Sekitar satu jam kemudian, suasana mendadak sunyi.
Sekitar pukul 00.30 WIB, warga yang curiga mendobrak pintu rumah korban dan menemukan AN tergeletak di ruang tengah, bersimbah darah. “Saksi sempat memeriksa nadi korban, tapi sudah tidak ada denyut,” kata Made.
Polisi masih menelusuri hubungan antara korban dan para pelaku, termasuk kemungkinan adanya motif ekonomi atau konflik pribadi yang menjadi pemicu. “Kami masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap ketiga pelaku. Semua kemungkinan sedang kita dalami,” ujar Kapolsek Abdullah.
Kasus ini menambah daftar panjang tindak kekerasan di wilayah penyangga Jakarta yang dipicu berbagai persoalan sosial dan pribadi. Polisi mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika mengetahui adanya potensi konflik di lingkungan masing-masing, agar kejadian serupa tidak terulang. ***















































