Desa Cikitu Bangun Jalan Rabat Beton dari Dana Bantuan Gubernur

BARA NEWS JABAR

- Redaksi

Jumat, 7 November 2025 - 18:34 WIB

50159 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung — Pemerintah Desa Cikitu, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, memanfaatkan anggaran Bantuan Gubernur Tahun Anggaran 2025 untuk pembangunan infrastruktur jalan desa. Saat ini, proses pembangunan rabat beton tengah berjalan di wilayah Jalan Desa Situ Dua RW 009. Pembangunan ini menjadi salah satu prioritas desa guna menunjang aktivitas harian masyarakat, khususnya warga yang berprofesi sebagai petani dan pedagang.

Kepala Desa Cikitu, Ade Husen, saat ditemui pada Kamis (7/11/2025), menjelaskan bahwa infrastruktur jalan yang baik memiliki peran penting dalam mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Panjang jalan yang dibangun mencapai 92 meter, dengan lebar 2,5 meter dan ketebalan 20 sentimeter. Ia menekankan, proyek tersebut dikerjakan sesuai spesifikasi teknis yang ditetapkan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung.

“Pembangunan rabat beton ini adalah bagian dari upaya kami untuk menyediakan akses jalan yang layak bagi masyarakat. Karena mayoritas warga Desa Cikitu adalah petani dan pedagang, jalan ini sangat vital untuk kelancaran distribusi hasil pertanian dan keperluan sehari-hari,” ujar Ade Husen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengakui bahwa dalam proses pembangunan, pihaknya menemui sejumlah tantangan yang menyebabkan sebagian biaya mengalami pembengkakan. Di antaranya adalah cuaca yang kurang mendukung serta sempat terjadi kelangkaan beberapa material bangunan. Meskipun demikian, seluruh proses pengerjaan tetap mengacu pada standar teknis dan kualitas bahan, termasuk dalam penggunaan semen bermerek Tiga Roda yang dikenal berkualitas tinggi.

“Karena hasil pembangunan ini untuk masyarakat secara luas, maka kami berupaya maksimal untuk menggunakan material terbaik agar hasilnya kuat, tahan lama, dan manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” katanya.

Ade Husen menyebutkan, masih terdapat sejumlah titik jalan desa lainnya yang memerlukan perhatian dan perbaikan. Kondisi jalan yang rusak atau belum diperkeras kerap menjadi kendala mobilitas warga, terutama saat musim hujan. Namun, ia menegaskan bahwa setiap penentuan lokasi pembangunan dilakukan melalui proses musyawarah bersama masyarakat dan tokoh setempat.

“Prinsipnya, pekerjaan dilakukan secara bertahap dan bergilir. Setiap dusun dan RW akan mendapat giliran. Jadi tidak akan menimbulkan kecemburuan. Semua keputusan kami ambil melalui musyawarah, sesuai aspirasi masyarakat,” tambahnya.

Ia juga mengimbau agar warga turut menjaga infrastruktur yang telah dibangun. Menurutnya, keberlangsungan manfaat dari infrastruktur desa tidak hanya bergantung pada pembangunan awal, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh tingkat kepedulian masyarakat dalam merawat dan memanfaatkannya secara bijak.

“Kami harap masyarakat bersama-sama menjaga dan memelihara jalan yang sudah terbangun ini. Karena sarana dari pemerintah memang diperuntukkan langsung bagi warga, sebagai penunjang aktifitas ekonomi maupun sosial sehari-hari,” ujar Ade Husen.

Di akhir wawancara, Ade Husen menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bandung atas dukungan anggaran pembangunan bagi desa. Menurutnya, bantuan yang diberikan setiap tahun secara bergilir telah mendorong percepatan pembangunan di tingkat desa dan memberi manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga.

“Alhamdulillah, bantuan yang kami terima sangat bermanfaat dan langsung dirasakan masyarakat. Kami berterima kasih kepada pemerintah provinsi dan kabupaten atas perhatian yang terus diberikan kepada desa-desa, termasuk Desa Cikitu,” tutupnya.

Berita Terkait

Wisuda XXII USB YPKP: Luluskan 921 Wisudawan di Era Digital
Kota Bandung Siap Jadi Tuan Rumah Konferensi PWI Jawa Barat
Masjid Raya Bandung Bakal Jadi Tempat Gelaran Seni Budaya Religi
Wisuda 105 Siswa Sekolah Lansia Bahagia Antapani, Farhan: Pemberdayaan Lansia adalah Masa Depan Kota
Siskamling Siaga Bencana, Farhan: Partisipasi Warga Jadi Modal Utama Jaga Keamanan Lingkungan
Kota Bandung Dukung Kolaborasi Tekstil RI–Australia Dorong Konsep “Designed in Australia, Crafted in Indonesia”
Forkopimda Cup 2025 Kembali Bergulir, Momentum Satukan Instansi dan Jawab Tantangan Kota
Pemkot Bandung Ajak Warga Berkolaborasi Wujudkan Kota “Zero New Stunting”

Berita Terkait

Selasa, 25 November 2025 - 16:47 WIB

Wisuda XXII USB YPKP: Luluskan 921 Wisudawan di Era Digital

Senin, 24 November 2025 - 16:48 WIB

Kota Bandung Siap Jadi Tuan Rumah Konferensi PWI Jawa Barat

Minggu, 23 November 2025 - 17:43 WIB

Masjid Raya Bandung Bakal Jadi Tempat Gelaran Seni Budaya Religi

Sabtu, 22 November 2025 - 17:42 WIB

Wisuda 105 Siswa Sekolah Lansia Bahagia Antapani, Farhan: Pemberdayaan Lansia adalah Masa Depan Kota

Kamis, 20 November 2025 - 18:33 WIB

Kota Bandung Dukung Kolaborasi Tekstil RI–Australia Dorong Konsep “Designed in Australia, Crafted in Indonesia”

Rabu, 19 November 2025 - 07:07 WIB

Forkopimda Cup 2025 Kembali Bergulir, Momentum Satukan Instansi dan Jawab Tantangan Kota

Selasa, 18 November 2025 - 07:06 WIB

Pemkot Bandung Ajak Warga Berkolaborasi Wujudkan Kota “Zero New Stunting”

Selasa, 18 November 2025 - 06:52 WIB

Kurnia Solihat: Perizinan Harus Semakin Sederhana, Pasti, dan Memenuhi Kebutuhan Publik

Berita Terbaru