Belatung di Menu MBG? Ratusan Siswa Cipongkor Keracunan Lagi!

BARA NEWS JABAR

- Redaksi

Kamis, 25 September 2025 - 04:01 WIB

50247 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung Barat – Kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mengguncang Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat. Kali ini, siswa SD dan SMK di Desa Neglasari menjadi korban usai diduga menyantap buah dalam paket MBG yang ditemukan mengandung belatung.

“Keterangan mereka, katanya di buah itu ada belatungnya. Ya kami kaget, kok bisa menu MBG itu di buah yang dikonsumsi anak ada belatungnya,” ujar Kepala Puskesmas Cipongkor, Yuyun Sarihotimah, saat ditemui Rabu (24/9/2025). Ia menambahkan, sampel makanan yang diduga tercemar tersebut sudah diambil dan tengah diuji di Labkesda untuk memastikan kandungan dan sumber pencemarannya.

Keracunan bermula ketika empat siswa dari SMK Karya Perjuangan datang ke pos pelayanan GOR Kecamatan Cipongkor sekitar pukul 11.30 WIB dengan keluhan mual, muntah, dan pusing. Mereka mengaku baru saja mengonsumsi paket MBG sekitar pukul 09.30 WIB, yang terdiri dari ayam goreng tepung, tahu kecap, serta stroberi dan melon. Hanya selang 30 menit, gejala mencurigakan mulai dirasakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sebetulnya pagi sempat istirahat, sekitar jam 11.30 datang siswa dari SMK Karya Perjuangan. Ternyata mereka keracunan MBG juga,” tutur Yuyun.

Jumlah siswa yang terdampak terus bertambah hingga menembus lebih dari 200 orang per sore hari. Situasi mendesak ini memaksa tim medis melakukan evakuasi ke berbagai titik darurat, termasuk GOR Desa Sarinagen, masjid setempat, hingga ruang Poned di Puskesmas Cipongkor.

Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat turut dikerahkan ke lokasi untuk mendirikan tenda-tenda darurat guna menampung lonjakan pasien. Namun, keterbatasan logistik medis menjadi tantangan serius di lapangan.

“Kami juga kekurangan cairan infus, obat-obatan untuk mual dan muntah, serta oksigen dan velbed,” ungkap Yuyun, menyebut kondisi peralatan sudah sangat terbatas sementara jumlah korban terus bertambah.

Sementara itu, tim dari dinas kesehatan dan pihak berwenang lainnya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Pemerintah daerah disebut tengah mengevaluasi secara menyeluruh proses distribusi dan penyimpanan makanan dalam program MBG, mengingat kasus serupa sebelumnya sudah pernah terjadi di wilayah yang sama hanya beberapa hari lalu.

Hingga kini, Pemkab Bandung Barat belum memberikan pernyataan resmi soal langkah lanjutan, namun publik mendesak evaluasi total program MBG agar tidak lagi menimbulkan korban. (*)

Berita Terkait

SMAN 1 Padalarang memberangkatkan siswa dan guru tenaga kependidikan penghafal Al-Qur’an untuk umrah.   
Merangkai ukhuwah melangkah bersama jalin sillahturahmi untuk menggapai keberkahan
Ajudan Bupati Bandung Barat Halangi Jurnalis: Pokja Wartawan Angkat Bicara
Penetapan Awal Ramadan , Idul Fitri , Idul Adha 2025 Dari PP Muhamadiyah
Ketum AWIBB Kecam Keras Video Viral Menteri PMD, “Wartawan Bodrek dan LSM Abal-Abal”

Berita Terkait

Selasa, 25 November 2025 - 16:47 WIB

Wisuda XXII USB YPKP: Luluskan 921 Wisudawan di Era Digital

Senin, 24 November 2025 - 16:48 WIB

Kota Bandung Siap Jadi Tuan Rumah Konferensi PWI Jawa Barat

Minggu, 23 November 2025 - 17:43 WIB

Masjid Raya Bandung Bakal Jadi Tempat Gelaran Seni Budaya Religi

Sabtu, 22 November 2025 - 17:42 WIB

Wisuda 105 Siswa Sekolah Lansia Bahagia Antapani, Farhan: Pemberdayaan Lansia adalah Masa Depan Kota

Kamis, 20 November 2025 - 18:33 WIB

Kota Bandung Dukung Kolaborasi Tekstil RI–Australia Dorong Konsep “Designed in Australia, Crafted in Indonesia”

Rabu, 19 November 2025 - 07:07 WIB

Forkopimda Cup 2025 Kembali Bergulir, Momentum Satukan Instansi dan Jawab Tantangan Kota

Selasa, 18 November 2025 - 07:06 WIB

Pemkot Bandung Ajak Warga Berkolaborasi Wujudkan Kota “Zero New Stunting”

Selasa, 18 November 2025 - 06:52 WIB

Kurnia Solihat: Perizinan Harus Semakin Sederhana, Pasti, dan Memenuhi Kebutuhan Publik

Berita Terbaru