Bandung – Cerita inspiratif datang dari Batujajar, Jawa Barat. Hakim (19), seorang pemuda lulusan SMK Mahardika Giriarsih, berhasil menembus seleksi ketat penerimaan Tamtama TNI Angkatan Darat Gelombang II Tahun 2025. Putra dari seorang tukang babat rumput dan buruh cuci pakaian ini membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih mimpi besar.
Pengumuman kelulusan dilakukan dalam sidang Pantukhir pada Jumat (18/7/2025), dan Hakim termasuk dalam jajaran peserta yang dinyatakan lolos untuk mengikuti pendidikan di Rindam III/Siliwangi.
“Saya ingin membanggakan orang tua dan menjadi prajurit yang siap mengabdi untuk bangsa,” tutur Hakim dengan mata berkaca-kaca sesaat setelah dinyatakan lulus.
Perjalanan Hakim tidaklah mudah. Ia sempat gagal dalam seleksi Calon Bintara (Secaba) usai menamatkan pendidikan SMK karena tidak memenuhi salah satu standar nilai. Tidak menyerah, ia memilih bekerja sebagai karyawan tempat cuci mobil di kawasan Panghegar, Buah Batu, sembari terus berlatih fisik dan belajar untuk memperbaiki kekurangan.
Anak dari Agus Rukmana—yang akrab disapa Agus Babat—ini tumbuh di lingkungan sederhana. Sang ayah bekerja di Laboratorium Dislitbangad sebagai tukang babat rumput, sedangkan ibunya mencari nafkah sebagai buruh cuci. Keterbatasan ekonomi keluarga membuat mereka tidak mampu membiayai kuliah anaknya.
Namun tekad dan kerja keras Hakim akhirnya membuahkan hasil. Dengan tekun mempersiapkan diri, ia berhasil melewati serangkaian ujian seleksi, mulai dari tes kesehatan, jasmani, akademik, hingga psikologi dan mental ideologi.
“Ini bukan hanya kebanggaan bagi kami sekeluarga, tapi juga bukti bahwa TNI Angkatan Darat memberikan kesempatan yang adil kepada semua anak bangsa tanpa melihat latar belakang,” ujar Agus Rukmana penuh haru.
Keberhasilan Hakim menjadi simbol bahwa pengabdian terhadap negara dapat diraih siapa pun yang memiliki kemauan, kerja keras, dan keteguhan hati. Dengan semangat baru, ia akan segera menjalani pendidikan militer dan mengawali langkahnya sebagai garda terdepan pertahanan negara. (*)















































